MANAJEMEN AMARAH

Cara marah yang sehat. Bagaimana ya ?

Setiap orang pasti pernah marah, karena marah itu manusiawi. Siapapun pasti pernah merasakannya. Seperti merasakan senang, sedih ataupun kecewa.

Menurut ahli psikologi, marah itu perlu dan dibutuhkan oleh setiap orang. Marah itu bagian dari pada luapan emosi, dan emosi adalah bensin bagi setiap perilaku yang membuat kita merasakan arti hidup yang sebenarnya. Bayangkan jika anda menjadi pribadi tanpa emosi, dan kosong. Orang menganggap anda tidak normal bukan?

Sebenarnya, apa sih marah itu? Mengapa kita membutuhkan marah? Menurut Kasandra, marah adalah salah satu bentuk  luapan emosi seperti halnya saat kita meluapkan senang, sedih maupun kecewa.

Dari segi psikologis, marah bisa diartikan sebagai bentuk ekspresi diri, bentuk pertahanan diri akibat ketidakpuasan, bahaya, ancaman atau tindakan orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Emosi seperti ini biasanya muncul karena situasi eksternal maupun internasional yang tidak sesuai harapan kita. Akhirnya terjadilah luapan marah itu. Ada berbagai macam bentuk ekspresi marah, dan setiap manusia pasti berbeda cara satu sama lain.

Menurut Ir. Hendry Risjawan, spesialis traineer dari curhat.com ada 3 macam  ekspresi marah yaitu:

  1. Mengekspresikan

Pribadi dengan tipe marah seperti ini. Akan lebih mudah dikenali ketika ia marah pada orang lain. Mengapa? Karena untuk meluapkannya, ia ekspresikan secara agresif, jelas dan nyata, seolah ia ingin mengatakan , “Ini lho, saya ini benar-benar marah.”

Bentuk ekspresinya bermacam-macam. Dari sekedar menangis, megumpat membanting pintu, membunyikan klakson panjang, hingga melakukan tindakan destruktif, seperti memukul, menghukum atau lainnya.

  1. Memendam

Pribadi denga tipe marah seperti ini lebih sulit dikenalimarahnya, karena lebih banyak menyembunyikan marahnya dalam hati.

Diam dia anggap sebagai cara efektif untuk merespons perasaan marah. Dampaknya memang tidak membuat orang lain tersakiti, tapi justru menimbulkan rasa tak nyaman bagi si pelaku.

Tipe seperti ini justru berbahaya lho. Sesuatu yang dipendam terus-menerus, lama lama akan menjadi racun dalam tubuh. Terjadilah stres, depresi. Stres  itu memicu penyakit, bisa jantung atau hipertensi. Saat daya bertahannya diambang batas, dia bisa melakukan tindakan destruktif lho. Misalnya membunuh.

  1. Mengelak

Tipe ini melakukan pengelakan ketiak merasa marah. Secara pribadi, ia tahu bahwa dirinya marah, namun ketika berhadapan dengan orang lain, ia tidak bisa mengungkapkannya.

Hampir sama seperti tipe kedua, sikap mengelak ini justru akan merugikan diri sendiri karena memicu stres. Jika tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan depresi dan penyakit berbahaya.

 

Marah Bisa Jadi Masalah

Meski marah itu perlu, bukan berarti bisa meluapkan emosi dengan marah membabi buta. Marah yang tak terkendali, justru bisa menjadi masalah, tak hanya bagi diri sendiri, juga bagi orang lain.

Marah bisa menganggu sosialisasi serta memunculkan penyakit untuk diri sendiri, menurut kasandra marah bisa menjadi masalah  :

  1. Frekuensi Tinggi

Jika marah muncul terlalu sering  itu berarti anda terlalu cerdas mengendalikan emosi. Permasalahan sepele bisa menjadi pemicu untuk marah.

Buikankah persoalan tidak harus diatsi dengan marah? “jika untuk masalah sepele anda tegang dan marah. Tidak hanya bikin anda capek, orang lain pasti terganggu,” urainya.

2.   Mengganggu orang lain

Membiarkan amarah, berpotensi membuat amarah meningkat dan meluap berlebihan. Awalnya hanya marah namun lama kelamaan menjadi marah-marah dan menjadi tindakan dekstruktif yaitu menyakiti orang lain.

Berita-berita kriminal seperti pembunuhan maupun penganiyaan yang makin sering kita dengar. Merupakan bukti betapa marah yang tak terkendali bisa menimbulkan kerugian bagi orang lain.

3.  Menimbulkan penyakit

Risiko munculnya penyakit berbahaya juga semakin besar akibat marah. “ini ada hubungannya dengan hormon adrenalin. Semakin kita marah, hormon adrenalin akan naik drastis. Ini bisa memicu kerja jantung untuk bekerja lebih cepat. Akibatnya peredaran darah menjadi tidak lancar. Terjadilah penyakit jantung atau hipertensi.” Ujar kasandra.

 

Marahlah Dengan Cantik

Jika marah memang di perlukan, dan merupakan luapan emosi yang normal, maka marahlah dengan cara yang tepat dan cantik, disinilah pentingnya pengelolaan marah yang benar.

Ada kecenderungan kita tidak bisa mengendalikan rasa marah secara tepat, sehingga tidak hanya merugikan diri sendiri, orang lain pun tersakiti.

“Anda perlu pengendalian diri agar marah tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang dengan emosional  inteligensia tinggi akan lebih mudah mengendalikan amarah ketimbang yang tingkat emosional inteligensianya rendah.

1)      Self talk

Saat marah datang, tanyakan kepada diri sendiri haruskah anda marah? Sebaiknya lakukan intropeksi diri terlebih dulu, sebelum membiarkan emosi meluap dan tak terkendali. Tanyakan pada diri anda sendiri:

  • apakah saya marah pada orang yang tepat?
  • apakah saya marah pada waktu yang tepat?
  • pakah saya marah dengan alasan yang tepat?

Artinya, anda mesti memehami apakah perasaan marah sewajarnya anda munculkan atau tidak? Cobalah kenali pikiran-pikiran tertentu yang mungakin muncul dalam diri anda. Ini terkait dengan penyebab mengapa anda marah pada orang lain.

“Coba cari berbagai kemungkinan yang muncul. Misal, orang lain sengaja membuat anda marah atau tidak? Atau sikap orang lain memang sudah kelewatan sehingga anda tidak bisa mentolelir lagi dan terpaksa harus marah? Ini penting, agar tidak terjadi penasaran bersalah ketika anda menyadari bahwa sebaiknya anda  tak perlu marah untuk hal ini.

2)      Relaksasi

Saat merasakan gejala-gejala marah, seperti denyut jantung berdetak cepat dan terasa berdebar-debar, terasa panas dan gelisah, napas terengah-engah atau kepala berdenyut keeencang, janganlah meluapkan marah dengan cara yang salah.

Peretimbangkan bahwa ada orang lain yang akan tersakiti dengan sikap marah kita, karene itu, kendalikan.

Apa yang mesti anda lakukan? Cobalah untuk menenangkan diri. Proses relaksasi ini sangat penting, karena itu lakukan secepatnya  sebelum rasa marah itu ber ekskalasi menjadi perasaan marah yang berlebihan sehingga menimbulkankerugian bagi orang lain. “ Duduk, tutup mata, tarik napas secara perlahan dan dalam, kemudian hembuskan. Bicaralah pada diri sendiri, “it’s oke”, atau “tenanglah” cara ini bisa meredakan emosi anda.

Relaksasi sebenarnya banyak macamnya. Anda bisa melakukannya dengan berdoa, mendengarkan musik atau melakukan relaksasi otot, yaitu dengan melakukan gerakan-gerakan ringan sehingga otot-otot yang kaku dan tegang terasa lebih rileks kembali. Cara ini bisa membuat perasaan anda menjadi tenang, emosipun bisa mereda saat anda marah.

3)      Menjauh dari sumber kemarahan

Jangan bertahan di tempat itu, segeralah pergi, bertahan ditempat yang menjadi sumber kemarahan, hanya membuat emosi marah anda terus menyala. Carilah tempat yang tenang untuk mengendalikan amarah anda, sebelum kembali ke sumber amarah tadi.

4)      Ubahlah Pola Pikir Anda

Perasaan negatif biasanya muncul kerena adanya pikiran-pikiran negatip dalam diri kita. Sama halnya dengan emosi marah, yang muncul karena adanya pikiran-pikiran negatip. Misal, karena adanya ketidak sesuaian keinginan kita dengan orang lain.

Sikap berburuk sangka, sering menjadi pemicu munculnya perasaan marah. Karena itu, ketika haaaaaal ini terjadi segeralah untuk mengubah mindset anda.

“Cobalah geser pikiran negatif anda menjadi pikiran positif. Pikiran negatif hanya akan mempertahankan anda pada emosi dan marah yang tak kunjung reda. Sebaliknya, dengan pikiran positif, membuat emosi anda sedikit demi sedikit akan mereda.

Menurut kasandra, pikiran negatif jika di biarkan terus menerus akan berpotensi menumbuhkan perasaan negatif, yang pada akhirnya  akan berpotensi pada tindakan negatif pula. Karena itu, sebelum marah berlebihan dan menimbulkan kerugian, segeralah mengubah pola pikir menuju ke pemikiran yang positif.

5)      Bereskan Sumber Kemarahan

Akan lebih baik jika anda memutuskan untuk membereskan persoalan yang menjadi sumber kemarahan. Ketika anda marah dengan orang lain, maka anda tak usah ragu untuk menyatakan sikap marah anda. “tapi jelaskan, bahwa anda marah karena sikap dan ucapannya, bukan pada pribadinya. Setelah itu, tinggal komunikasikan saja, bicarakan baik-baik permasalahannya, dan segera cari solusi, sehingga permasalahan tidak berlangsung berlarut-larut.

Pos ini dipublikasikan di Coretan dinding, Seputar Kita. Tandai permalink.

Satu Balasan ke MANAJEMEN AMARAH

  1. Agungsi Badaho berkata:

    TENTANG KAMU
    Hidup ini terasa indah,,,,tergantung bagaimana kita menjalaninya,,,,,
    jalani hidup ini dg iklas dan sabar,,,,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s