Kunci Sukses

Kita semua pasti ingin sukses dan tidak ingin gagal. Biasanya, bentuk sukses dan gagal itu bergantung pada yang kita mau. Kalo kamu mau ini dan itu, ternyata lancar dan tercapai, itu namanya sukses. Sebaliknya, kalo kemauan kita nggak tercapai, itu berarti gagal.

Sukses adalah impian yang paling diharap kedatangannya oleh setiap orang. Sementara, gagal ibarat monster menyeramkan yang kedatangannya sangat tidak diharapkan.
Untuk itu, berbagai cara kita lakukan untuk menundang datangnya sukses. Begitu juga, berbagai cara kita lakukan untuk mencegah datangnya gagal. Anehnya, setelah berusaha ini dan itu, sukses dan gagal kerap datang bergantian. Lantas, kita bertanya, “Siapa, sih, yang menentukan sukses atau gagal itu?” diri kita atau siapa? Kalo kita yang nentuin, pasti sukses akan terus-terusan datang dan gagal tak akan pernah hinggap di diri kita. Anehnya, sehebat-hebatnya rencana, sehebat apa pun usaha, kadang ada juga gagalnya.

Nah, kita mulai merenung … ada apa dibalik semua ini? Jangan-jangan ada sesuatu! Ada sesuatu dibalik diri kita; ada sesuatu dibalik yang kita rencanakan; ada sesutu dibalik yang kita usahakan; dan ada sesutu dibalik yang kita harapkan.
Kita pikir, barangkali ini yang disebut sebagai faktor X. sebuah faktor yang sulit dideteksi oleh otak. Dia berada diatas kelogisan (supralogis). Dia juga berada di atas semua perencana. Dia juga berada di atas penentu sebab Dia lebih menentukan. Siapakah Dia?

Pasti Dia bukan sembarangan. Dia lebih hebat dari diri kita. Dia lebih perkasa dari diri kita. Dia juga lebih pandai dari diri kita. Bahkan, Dia lebih berkehendak dan menentukan. Lagi-lagi kita bertanya, siapa Dia? Bagaimana agar kita bisa “menemui-Nya”? bagaimana pula agar apa yang kita mau, sama dengan yang Dia mau?

Kamu penasaran … lalu kamu mencari petunjuk. Untung kamu bertemu dengan guru agama favoritmu. Lalu, kamu bertanya ini dan itu. Guru agamamu pun menjawab ini dan itu hingga jelas bahsa yang kamu cari itu adalah Allah.

Allah, Dialah Yang Mahahebat; Dia Maha Berkehendak dan Penentu, serta maha-maha yang lainnya, kita juga dikasih tahu kalo mau tahu identitas lengkap-Nya, ada di Al-Qur’an yang merupakan firman-Nya dan as-Sunnah yang merupakan penjelas-Nya. Sementara, tanda-tanda kekuasaan-Nya ada di diri kita.

Wah… kamu makin penasaran! Kamu jadi rajin menalami Quran dan Sunnah. Kamu juga jadi sering merenung, memikirkan ada tanda apa dalam dirimu. Lalu, kamu terus berfikir, bagaimana kalo kamu mau berdialog dengan Allah?

Ternyata, keinginan tersahut dengan ditemukanya ayat yang menerangkan bahwa Allah itu dekat dan Allah mengabulkan doa apabila memohon kepada-Nya (QS. Al-Baqarah {2} : 186).
Jadi, Allah itu dekat? Jika ingin ngobrol dengan Allah, bisa dilakukan dengan doa?
Doa.. ya,… doa… gumam kamu yang mulai dapat jalan. Tapi apa itu doa? Bagaimana doa bisa menghubungkan kita dengan Allah? Adakah kaitannya antara doa dan kesuksesan? Bagaimana caranya berdoa? Apa saja doa yang bisa dipanjatkan untuk meraih kesuksesan? Apakah semua doa dapat dikabulkan? Andai nanti doa terkabulkan, apa yang mesti dilakukan?

Oke deh kalo begitu, tetap semangat dan terus semangat ya…

Pos ini dipublikasikan di Coretan dinding, Seputar Kita, Siraman Rohani dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s