Kamu Tidak Sendirian

Saat sendirian, Kamu tak perlu terliarkan. Allah di dekatmu. Malaikat di kiri kananmu. Setan di depan belakangmu. Semua mengajak bicara.

Tentang apa arti hidup ini.

Kala sendiri, kamu merasa sepi dan bete. Orangtua pun sibuk dengan kerjaannya. Sejak pagi buta, mereka sudah pergi dan pulang kala kembali malam. Paling cepat, maghrib, mereka baru tiba, itu pun dalam keadaaan capek. Mereka butuh istirahat sehingga tak sempat nanya apalagi ngobrol tentang persoalan yang sedang kamu hadapi.

Kamu memang punya saudara, tapi mereka pun asyik dengan urusan masing-masing. Dirumah, kadang ibarat terminal, tempat istirahat saja. Sementara, kehidupan masing-masing tetap saja diluar rumah.

Kamu memang banyak teman, tapi lagi-lagi tiada yang setia. Mereka hanya dekat kalo lagi ada maunya atau jika kamu lagi dibutuhin sama mereka. Sementara, saat kamu butuh, mereka seakan tiada yang mau mengerti.

Padahal, saat itu, kamu lagi menghadapi banyak masalah. Mulai dari pe-er sekolah yang datang bergantian, masalah kerja di tempat kerja, sampe dengan masalah temen yang ngiri kepada kamu. dll. Padahal, masalahnya sepele saja. Kamu suka diperhatiin sama temen lain karena dia suka sama kamu, sedangkan kamu tidak suka kepadanya karena kamu lebih suka kepada teman lain. Sementara, sayangnya, dia tidak pernah memerhatikan kamu.

Lebih penting dari itu semua, kamu dikejar target agar tahun ini bisa memperbaiki ranking di kelas sehingga tidak terkena ancaman tidak naik kelas. pekerjaan yang begitu menuntut serba cepat dan terselesaikannya semua tugas. padahal kamu jga punya cita-cita selangit; ingin jadi ini, ingin dapat itu, ingin begini, dan ingin begitu. dll, So, kamu dibuat pusing sama semua urusan dan keinginan itu.

Saat seperti itu, kamu ngerasa tiada seorang pun yang layak diajak bicara. Hidup kamu terasa sunyi dan sepi. Sampai-sampai, kamu boring alias bete dibuatnya. Padahal, saat itu kamu butuh berbagi, tapi dengan siapa?

Untuk menghilangkan kesepian itu, kamu nyetal musik. Namun, itupun hanya menghilangkan jenuh sesaat, lalu kejenuhan itu muncul lagi. Kamu pun cari-cari temen curhat dan temen berbagi, tapi tetap saja tak ada. Kamu pun binggung …

Kamu hanyalah salah satu diantara mereka yang saat ini banyak merasa kesepian dan tidak memiliki teman curhat. Sementara, sejumlah masalah dan keinginan serta target, menumpuk dihadapan kamu.

Saat seperti itu awas lho..jangan ambil jalan pintas pake ngelakuin yang tidak pantas. Igat, sebenarnya, kamu mempunyai kemampuan psikis secara batiniah sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan. Namun, mungkin kamu belum serius untuk menggali dan mengembangkannya. Akibatnya, kamu masih sering kebinggungan di saat sebuah persoalan memengaruhi perasaan. Kegelisahan dan kecemasan dibiarkan mendera, sampai akhirnya menyebabkan kamu merasa pusing, depresi atau malah sakit …

Coba deh kamu inget, saat sendiri,..benarkah kamu benar-benar sendiri? katanya, kamu beriman. Iman kepada siapa? Iman sama Allah! Adakah Allah? Di manakah Dia? Kamu juga, katanya iman sama malaikat? Adakah malaikat? Dimakanah malaikat? Kamu juga, katanya percaya sama setan, lalu, setan itu ada dimaa?

Kalo memang kamu percaya sama semua yang ghaib, coba deh, cari tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan tadi. Kelak kamu akan menemukannya. Ya, Allah itu dekat, malaikat dekat, serta setan pun dekat. Bedanya, Allah dan malaikat mengajak pada kebaikan, sedangkan setan mengajak kamu pada keburukan. Kalo begitu, kamu tidak sendirian, tho?!

Pos ini dipublikasikan di Seputar Kita, Siraman Rohani dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s